PEMDES Sangliat Krawain Wujudkan Transparansi bersama Masyarakat mulai melaksanakan pekerjaan Kubus Pemecah Ombak
Pemerintah Desa Sanglait Krawain Kecamatan Wertamrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar Propinsi Maluku bersama masyarakat mulai melaksanakan pekerjaan pengecoran kubus beton pemecah ombak. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi, hari Senin (13/10/2025) itu melibatkan seluruh masyarakat yang berada di 7 RT desa itu. Adapun jumlah kubus yang akan cor adalah dua ratus buah dengan ukuran (1mx1mx1m).
Pekerjaan pengecoran kubus merupakan bagian dari anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDESA) tahun anggaran 2025, dengan nilai RP.439.214.960,-. Menurut Melwatan (sekretaris desa) mengatakan bahwa untuk melaksanakan pekerjaan ini sudah dibicarakan dengan matang bersama tujuh RT yang ada, dengan maksud agar dalam proses pelaksanaan tidak mengalami kegagalan, sehingga dibutuhkan kerja sama yang baik oleh semua pihak yang akan turut ambil bagian dalam pekerjaan ini. salah satunya ya libatkan semua ketua RT dalam membahas strategi kerjanya, bahkan kami juga mengundang TAPM P3MD yang membidangi infrastruktur pada Sabtu (11/10/2025) lalu untuk memberikan masukan dan saran mulai dari teknik kerja sekaligus melakukan trial (uji coba membuat campuran beton kubus) dengan maksud dijadikan acuan pada saat kami kerja hari ini, dan puji Tuhan hari ini kami kerja dengan senang dan mengikuti semua petunjuk yang telah diberikan, ucapnya.
Berdasarkan pantauan dilapangan, masyarakat melakukan pekerjaan pengecoran kubus sangat antusias, walau terik matahari menikam, tapi semangat kebersamaan terus digalakkan oleh semua tim untuk mengejar progres penyelesaian pengecoran. Beberapa tantangan yang dihadapi adalah kondisi alam, artinya pekerjaan dilakukan sesuai waktu air meti (air surut), bertepatan hari ini surut jauh dan pasang lebih lama kami mengejar pengecoran agar mendapatkan progres yang lebih banyak, tegas salah satu ketua Rt dilokasi itu.
Beberapa warga yang ada, berharap dengan adanya pembangunan kubus pemecah ombak ini, dapat meminimalisir abrasi yang ada di Sangliat krawain, karena selama ini dengan perubahan cuaca yang tidak menentu,abrasi semakin besar menimpa kampung kami,ujar mereka. **d.pati**


Komentar
Posting Komentar